Liburan yang menyeraman
Tin... tin...
tin...
Tin...
tin...tin...
Terdengar
suara klakson dari mobil pamanku. Aku dan keluargaku pun bergegas keluar dari
rumah nenekku, karena pamanku sudah menunggu kami di luar. Sore ini rencananya
aku dan keluargaku akan berkunjung ke rumah keponakanku yaitu di Manggar. Rumah
nenekku dengan rumah keponakanku sangat jauh jaraknya. Aku dan beberapa
sepupuku langsung masuk ke mobil dan langsung duduk di korsi bagian belakang
Tidak
terasa sudah satu jam lebih kami menempuh perjalanan dan akhirnya kami sampai
juga di rumah keponakanku. Daerah tempat tinggal keponakan aku ini bisa
dikatakan cukup menyeramkan karena tepat di depan rumah keponakanku ini
terdapat sebuah pemakaman china dan sebuah rumah sakit jiwa. Selain itu
disekitar rumah keponakanku ini masih sedikit terdapat rumah. Karena kami
sampainya belum begitu malam jadi aku dan sepupuku memutuskan untuk
melihat-lihat tumbuhan kantong semar yang tumbuh sangat banyak di sekitar rumah
keponakanku ini.
Setelah
cukup lama melihat-lihat tumbuhan kantong semar tersebut aku dan sepupuku
pulang ke rumah keponakanku karena hari sudah hampir malam dan kami akan
mengadakan yasinan kecil-kecilan di rumh keponakan aku ini. Sekitar pukul 19.00
wib kami memulai acara yasinan tersebut, namun aku dan sepupuku tidak ikut
yasinan di dalam rumah tetapi kami duduk di depan rumah keponakanku itu.sambil
bercanda gurai kami menghabiskan waktu malam ini sambil menunggu orang selesai
yasinan. Namun tiba – tiba kami semua terdiam ketika mencium bau tidak sedap
yang sangat menyengat di hidung kami. Tak lama kemudian dari kejauhan tepatnya
di sebuah kuburan china depan rumah keponakanku muncul segumpalan asap putih.
Bulu kuduk kami pun langsung berdiri semua, tubuhku pun langsung berkeringat
dingin. Lama kelamaan dari dalam kuburan tersebut muncul seorang perempuan
cantik yang berdandan layaknya seperti orang china. Perempuan itu pun sekarang
tepat berada dua meter dari hadapanku. Wajahnya pucat pasih dan matanya pun
melotot kepadaku. Badanku pun tiba – tiba tidak bisa di gerakkan lagi, seketika
juga aku langsung terduduk lemas dekat keponakanku yang juga sudah ketakutan.
Setelah
beberapa detik aku berhadapan dengan perempuan itu, perempuan itu pun menghilang
dari hadapanku. Tidak lama kemudian bibiku mengagetkanku dengan menepuk bahuku.
Aku pun langsung melompat kearah sepupuku yang berada tidak terlalu jauh dari
hadapanku. Bibiku pun dengan heran memandang wajahku namun beliau tidak bicara
apa – apa dan bibiku pun langsung mengajak kami masuk ke rumah untuk makan
malam. Setelah makan malam aku dan keluargaku bersiap – siap untuk pulang ke
rumah nenekku karena hari sudah malam.
Sekitar
pukul 22.00 wib aku dan keluargaku pamit kepada keponakan, paman dan bibiku
untuk pulang ke rumah. Ketika kami melewati kuburan china tersebut aku langsung
memejamkan mata karena aku masih trauma dengan kejadian tadi. Tidak lama
kemudian aku dan keluargaku tiba di rumah nenek. Orangtuaku pun menyuruhku aku
untuk langsung tidur karena sekarang sudah tengah malam. Namun karena aku masih
takut jadi aku mengajak sepupuku untuk tidur bersamaku.
Created By : Siti Fitrianti Fatimah








0 komentar:
Posting Komentar