Diberdayakan oleh Blogger.
RSS


Liburan yang menyeraman


Tin... tin... tin...
Tin... tin...tin...

Terdengar suara klakson dari mobil pamanku. Aku dan keluargaku pun bergegas keluar dari rumah nenekku, karena pamanku sudah menunggu kami di luar. Sore ini rencananya aku dan keluargaku akan berkunjung ke rumah keponakanku yaitu di Manggar. Rumah nenekku dengan rumah keponakanku sangat jauh jaraknya. Aku dan beberapa sepupuku langsung masuk ke mobil dan langsung duduk di korsi bagian belakang
Tidak terasa sudah satu jam lebih kami menempuh perjalanan dan akhirnya kami sampai juga di rumah keponakanku. Daerah tempat tinggal keponakan aku ini bisa dikatakan cukup menyeramkan karena tepat di depan rumah keponakanku ini terdapat sebuah pemakaman china dan sebuah rumah sakit jiwa. Selain itu disekitar rumah keponakanku ini masih sedikit terdapat rumah. Karena kami sampainya belum begitu malam jadi aku dan sepupuku memutuskan untuk melihat-lihat tumbuhan kantong semar yang tumbuh sangat banyak di sekitar rumah keponakanku ini.
Setelah cukup lama melihat-lihat tumbuhan kantong semar tersebut aku dan sepupuku pulang ke rumah keponakanku karena hari sudah hampir malam dan kami akan mengadakan yasinan kecil-kecilan di rumh keponakan aku ini. Sekitar pukul 19.00 wib kami memulai acara yasinan tersebut, namun aku dan sepupuku tidak ikut yasinan di dalam rumah tetapi kami duduk di depan rumah keponakanku itu.sambil bercanda gurai kami menghabiskan waktu malam ini sambil menunggu orang selesai yasinan. Namun tiba – tiba kami semua terdiam ketika mencium bau tidak sedap yang sangat menyengat di hidung kami. Tak lama kemudian dari kejauhan tepatnya di sebuah kuburan china depan rumah keponakanku muncul segumpalan asap putih. Bulu kuduk kami pun langsung berdiri semua, tubuhku pun langsung berkeringat dingin. Lama kelamaan dari dalam kuburan tersebut muncul seorang perempuan cantik yang berdandan layaknya seperti orang china. Perempuan itu pun sekarang tepat berada dua meter dari hadapanku. Wajahnya pucat pasih dan matanya pun melotot kepadaku. Badanku pun tiba – tiba tidak bisa di gerakkan lagi, seketika juga aku langsung terduduk lemas dekat keponakanku yang juga sudah ketakutan.
Setelah beberapa detik aku berhadapan dengan perempuan itu, perempuan itu pun menghilang dari hadapanku. Tidak lama kemudian bibiku mengagetkanku dengan menepuk bahuku. Aku pun langsung melompat kearah sepupuku yang berada tidak terlalu jauh dari hadapanku. Bibiku pun dengan heran memandang wajahku namun beliau tidak bicara apa – apa dan bibiku pun langsung mengajak kami masuk ke rumah untuk makan malam. Setelah makan malam aku dan keluargaku bersiap – siap untuk pulang ke rumah nenekku karena hari sudah malam.
Sekitar pukul 22.00 wib aku dan keluargaku pamit kepada keponakan, paman dan bibiku untuk pulang ke rumah. Ketika kami melewati kuburan china tersebut aku langsung memejamkan mata karena aku masih trauma dengan kejadian tadi. Tidak lama kemudian aku dan keluargaku tiba di rumah nenek. Orangtuaku pun menyuruhku aku untuk langsung tidur karena sekarang sudah tengah malam. Namun karena aku masih takut jadi aku mengajak sepupuku untuk tidur bersamaku.


Created By : Siti Fitrianti Fatimah


  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar:

Posting Komentar