TOBATNYA PREMAN SEKOLAH
Tema : Religi
Penokohan :
- Dhika (kasar)
- avmi (lemah lembut)
- Ibu. Syaroffah (penyabar)
- Ferry (sombong)
- tiara (sombong)
- Rico (sombong)
- Rudi (kasar)
Sinopsis
Pagi hari,
dua preman sekolah bersiri di depan pintu kelas. Mereka adalah dhika dan rudi.
Hamper dari seluruh siswa serta guru yang ada takut pada mereka berdua. Mereka
sangatlah sering membuat onar di sekolah. Mereka sering memeras uang teman
temannya.ferry, Tiara dan Rico adalah sasaran utama dhika dan rudi, karena
mereka bertiga adalah anak anak orang kaya di di sekolahan mereka.
Tidak hanya
itu, selain diperas uang,mereka bertiga juga sering sekali dikerjai oleh dhika dan
rudi. Perbuatan dhika dan rudi ini membuat murid murid di sekolah membenci
dirinya. Dhika sebgai ketua geng sangatlah popular di sekolahnya karena saking
seringnya dia keluar dan masuk ruang BK.
Dhika ini
adalah seorang anak dari keluarga tidak mempu. Ayahnya telah meninggal dunia
ketika ia kecil dan sekarang ia hanya tinggal dengan ibunya di sebuah rumah
kontrakan kecil. Perbuatan dhika yang liar tak terkontrol ini membuat ibunya
sering sakit sakitan. Dhika sering kali memerahi ibunya karena hal sangat
sepele dan membuat ibunya sakit hati tetapi mesekipun begitu ibunya tetaplah
sabar ia selalu berdoa agar anaknya berubah menjadi anak yang baik dan sholeh.
Suatu hari
saat ia pulang sekolah bersama rudi. Ia melihat banyak sekali orang orang
yang berkumpul di rumahnya. Sebelumnya ia beranggapan kalau orang orang sedang
mengadakan arisan rutin di rumahnya. Ia berpikiran setelah acara itu ia akan
mengambil uang arisan tersebut untuk dibuat berfoya foya. Tetapi setelah ia
masuk kedalam rumah. Betapa kagetnya dia melihat seorang wanita tua tergeletak
tak berdaya di depan dirinya. Ia semakin histeris ketika mengetahui kalau
wanita itu adalah ibunya.
Sejak
kematian ibunya, dhika bertekad akan menjadi anak yang baik dan dapat
diandalkan oleh orang lain. Rudi pun mengikuti jejak dhika. Mereka tidak
pernah lagi berbuat onar di sekolah. Lalau mereka berdua meminta maaf kepada
teman temannya. Seluruh temannya begitu kaget dan tidak bisa memaafkan
begitu saja, ternyata mereka bukannya malah bersyukur karena premen yang ada di
sekolah mereka telah insyaf tetapi mereka malah ingin membalas dendam, terutama
ferry,Rico dan tiara yang setiap hari dikerjai olehnya. Setiap hari cacimaki
dan olok-olok dari teman-temannya bertubi-tubi kepada rudi dan dhika.
Tetapi dibalik itu semua ada seorang cewek yang malah menghibur mereka berdua.
Suatu
ketika, dhika dan rudi ini bertekad menjadi siswa terbaik se-kabupaten dengan
memiliki nilai UNAS terbaik. Ketika teman teman-temannya tahu, mereka tertawa
terbahak bahak. Mereka semua tidak percaya tetapi mereka berdua tidaklah putus
asa. Hingga akhirnya karena rajin belajar rudi dan dhika menjadi siswa terbaik
se-kabupate sedangkan Rico, ferry dan Tiara hanya meratapi nasib mereka karena
tidak lulus. Akhirnya setelah Rico, Ferry dan Tiara merasa bersalah mereka
memutuskan untuk meminta maaf kepada rudi dan dhika. Dan akhirnya mereka pun
saling memaafkan.
Alur : progresiv/maju
Setting :
Tempat :
rumah
kontrakan
Sekolah
Jalan
Waktu :
Pagi hari
Malam hari
Siang hari
Suasana :
menegangkan
Bahagia
Sedih
Tobatnya Preman Sekolah
Pagi pagi
preman sekolah sudah membuat masalah . Mereka adalah dhika dan rudi. Didepan
pintu kelas, setiap orang yang mau masuk kelas harus membayar uang kepada dhika
dan rudi jika mereka tidak ingin mendapat sebuah pukulan dimuka mereka. Dari
kejauhan, tiga anak pejabat tinggi sedang berjalan menuju dalam kelas. Mereka
adalah Ferry, Tiara dan Rico Dhika dan rudi telah menunggu mereka dari tadi.
Dhika
: “ Hey! Apa kabar para pejabat cilik?(menghadang jalan mereka bertiga) buru
buru y? kenapa buru buru sih santai aja lah? (memeluk
Rukmam) kita main main aja dulu dulu, bener ga Rud?”
Rudi
: “ Bener ntuh, lagian bel masuk kan masih lama.”
Ferry : “Kenapa nih? Kenapa loe berdua hadang
jalan kita berdua?”
Rudi
: “Pura pura ga tau atau loe emang ga tau ya? Nih kan daerah kita
berdua. Loe pada sebagai pendatang harus bayar pajak dunk sama
kita kita. “
Rico
: “Aturan nenek loe ya kali? Ini kan sekolahan ga ada pajak pajak an
tau? Emang nih sekolahan punya nenek loe y? gue aja yang nyumbang
banyak begini ga pernah narik pajak kayak loe berdua? Eh, loe
berdua bocah ingusan dari kolong jembatan mau bertindak aneh aneh? Malas gue
bayar?
Rudi
: “ Apa loe barusan bilang? Bocah ingusan. Oke, jadi loe mau
bayar ga nih. Gue tanya sekali lagi?”
Rico
: “ Bayar? Malas y mending uang gue buat beli bakso 10 mangkok dari pada
buat loe pada.”
Rudi
: “Jadi gimana bos? (menoleh ke arah dhika)
Dhika
: “ (berjalan ke arah Rico dan memegang kerahnya) heh, gentong. Loe
jangan sok berani main main sama kita berdua y? ini tanah emang bukan tanah
nenek gue tapi ini daerah kekuasaan gue. Loe, sebagai
pendatang mau ga mau harus bayar. Ya! Ga apa apa sih kalo le bertiga ga mau
bayar, lagian hari ini kita juga belum punya kelinci percobaan.”
Rudi :
“ loe berdua mau bayar kagak?” (kata rudi pada Tiara danFerry)
Tiara
: “Okey, gue mau bayar. Asal loe berdua mau lepasin kita
bertiga.”
Dhika : “Loe
berdua boleh masuk setelah bayar tapi untuk si gentong nggak. Kita mau main
main dulu ama dia. loe keberatan?”
Tiara
: (berbisik kepada Ferry) “Gimana mam, kalo kita ga biarin Rico bersama
mereka bisa bisa kita bernasib sama kayak mereka ntuh.”
Ferry : “okey, loe bisa bawa Rico”
Dhika
:
“Okey”
Tiara
: (mengeluarkan selembar uang 10 ribuan dari dompetnya) “Nih, duitnya!” (menyerahkan
uang itu pada rudi)
Rudi
: “Hah (mengatakan dengan nada tak percaya) “10 ribu ,ini ma duit
cuma buat beli permen lah gimana dengan uang makannya? Loe kan anak
pejabat minim uang saku kan 100 ribu. Kurang?”
Ferry :
“Gue aja deh yang bayar”(mengeluarkan uang 100ribu dari dompetnya).
Rudi
: (mengambil uang 100ribu tersebut dengan cepat dari tangan Ferry) “Ini
baru duit. Nah sekarang kalian boleh masuk”.
Ferry : (berjalan masuk kalas sambil menengok
Rico) “ sorry, co!! gue kali ini ga bisa bantu.”
Tiara
: “Sorry, gue kali ini juga ga bisa bantu.”
Dhika :
“Rud, enaknya kita apain nih anak yang satu ini?”
Rudi
: (berpikir sejenak) “Di ceburin di kolam ikan sekolahan aja, habis ntu
di coreng coreng pake arang and disuruh nari ballet di depan anak anak. Pasti
nanti ntu heboh banget. Hahahahahahaah” (ketawa terbahak bahak)
Dhika
: “wkwkwkwk, oke laksanakan bro. tumben otaklo encer”
Rico
: “Waduh, jangan deh rud. Nanti kalo gue pulang trus sakit gimana? Gue
bisa di marahin mami gue habis habisan? Ampuni gue duh?”
Dhika : “Tak ada ampun lagi buatmu, dasar
gentong”
Akhirnya
setelah mengerjai Rico habis habisan. Dhika dan rudi bukannya masuk kelas tapi
bolos sekolah. Mereka pergi ke tempat diskotik dan menggunakan uang yang mereka
dapatkan tadi buat minum minuman keras. Hingga mereka berdua mabuk di
tengah jalan. Keesokan harinya mereka baru pulang kerumah masing masing. Dhika telah
ditunggu dari tadi malam oleh ibunya.
Ibu
Syaroffah : “Dari mana aja kamu nak, kenapa baru pagi ini kamu
barusan pulang?”
Dhika
:” Sudahlah bu ga usah dipikirin. Males aku ngebahasnya.”
Ibu Syaroffah :” Ya
sudah sekarang masuk yuk, kamu pasti laper kan? Sudah ibu siapin tuh sarapan
ntuh. Makanan kesukaan kamu.”
Dhika :” Ga ah, Dhika masih kenyang kok. Sekarang Dhika
minta duit aja? Cuma 500 ribu aja. Males aku di rumah ngeladeni ibu yang ngomel
terus mending Dhika pergi sama temen temen. Udah cepet?” (nada membujuk
kasar)
Ibu Syaroffah : “500
ribu katamu? Uang dari mana ibu dapat uang sebanyak itu. ibu kan hanya seorang
penjual jamu keliling.”
Dhika
: “ Pokoknya Dhika ga mau tau, sekarang Dhika mau uang itu. cepetan?”
Ibu
Syaroffah : “ Ibu ga punya uang sebanyak itu nak?”
Dhika
: “Enggak, ibu pastii nyembunyiin sesuatu dari Dhika. (berjalan menuju kamar
ibunya)”
Dhika lalu membongkar
seluruh isi kamar ibunya. Setelah beberapa lama ternyata dia menemukan
sebuah cincin.
Ibu Syaroffah : “Jangan,
jangan kau ambil cincin itu nak, itu adalah cincin peninggalan ayahmu ketika
ibu menikah dulu.” (sambil merebut)
Dhika
:” Argh…. Dasar orang tua bawel. Sudah Dhika mau pergi dulu.” (mendorang
ibunya hingga jatuh ke lantai)
Ibu Syaroffah : “ Jangan
Dhika, jangan kau jual cincin peninggalan almarhum bapakmu itu. Ibu mohon, ibu
mohon nak”( mengejar sambil menangis)
Dhika meinggalkan
ibunya begitu saja. Layaknya ia tidak mengenal ibunya lagi. kemudian ia pergi
ke pasar untuk menjual cincin itu. Lalu ia menelpon rudi.
Dhika
: “Halo, rud. Loe lagi ngapain?”
Rudi
: “ Gue lagi tidur tiduran aja, bosen gue ga ada kerjaan.”
Dhika :
“Bagus kalo begitu, loe sekarang ikut gue ke diskotik kita minum
minum sepuasnnya disana nanti. Nyante aja gue yang mbayarin kok”
Rudi
:
“Hah… uang dari mana loe bisa traktir gue?”
Dhika
: “Udah, loe jangan banyak bacot. Loe cepet kesini. Gue
udah di depan rumah loe.”
Rudi :
“Okey, bos”
Akhirnya
mereka pun pergi bersama ke diskotik hingga larut malam. Setelah puas seharian
di diskotik akhirnya mereka berdua pulang ke rumah masing masing. Mereka pulang
dengan keadaan mabuk berat. Dhika sempat mutah beberapa kali. Begitu pula
dengan rudi. Ibu syaroffah yang stres melihat anaknya berubah menjadi nakal
seperti itu. Pada waktu itu beliau masih memakai mukena dan masih berdoa
di kamarnya.
Dhika
: “Ibu!!!… ibu!!! Dhika, anak ibu pulang nih” ( masuk nyelonong dan bicara
dalam keadaan mabuk)
Ibu
Syaroffah : “ Kamu ini kenapa tho le? Kenapa kamu bisa mabuk mabuk
an seperti ini”
Dhika
:” Agh…. Pasti bawel, anak pulang bukannya di sambut dengan ceria malah
diomeli. Anak muda zaman sekarang ntu ga ada yang di nasehati. Eh.. ibu hobinya
ngomel mlulu… bosen bu.” ( bicar sambil marah)
Ibu syaroffah :” Astagfitullah…. Nyebut nak nyebut. Sekarang
kamu mandi dulu sana gih dan ganti
pakaian ya? Habis ntu jangan lupa shalat isya’, ibu sudah lama ga pernah lihat kamu sholat lag ntuhi.”
Dhika
: “ Aduh!! Ibu ini, bawel lagi… bawel lagi. Tak bilangin ya bu, sekarang ntu
dunia udah berubah, ga butuh shalat. Shalat itu ga bisa datengain kita uang.
Cuma buang buang waktu aja. Kayak kita ini miskin trus. Udah ahg… dari pada
dengerin ibu yang bawelnya minta ampun Dhika mau tidur dulu aja.” ( berjalan
menuju kamar dengan menclang menclong)
Ibu Syaroffah : “
Astagfirullah Dhika…. Kenapa kamu bisa berubah kayak begini nak? Hati hati kalo
jalan. Sini biar ibu bantu kamu masuk ke kamar.”
Dhika
: “ aghr….(mendorang hingga ibunya terjatuh) ga usah sok meratiin. Dhika
bisa jalan sendiri. Dhika ga perlu ibu miskin seperti ibu.”( membentak)
Kelakukan Dhika
semakin hari semakin menjadi jadi. Ia tidak hanya berani pulang dengan mabuk
tetapi sekarang dia sudah berani membawa cewek main keluar masuk rumah. Ibunya
pun sakitnya semakin parah. Hingga suatu hari, sepulang sekolah Dhika pulang
kerumah ingin meminta uang kembali pada ibunya. Rudi berada di balakangnya.
Betapa kagetnya dia ketika melihat banyak orang tengah berkumpul di rumahnya.
Rudi
: “Apaan ntuh, kenapa di rumah loe banyak sekali orang. Masak orang
orang lagi demo gara gara ibu loe ga bisa bayar cicilan utang?”
Dhika
: “ Ngawur aja loe ( mendorong kepala rudi) mungkin sedang ada
arisan ibu ibu kali.. wah ini kesempatan bagus ntuh, gue bisa minta uang
lebih dari ibu gue.kalo begitu ayo cepetan kita kesana”
Setelah
masuk rumah, Betapa kagetnya dia melihat seorang wanita tua tergeletak tak
berdaya di depan dirinya. Ia semakin histeris ketika mengetahui kalau wanita
itu adalah ibunya. Dhika pun tak percaya dan berjalan mendekati ibunya. Ia pun
berlutut di depan mayat ibunya dan meminta maaf atas semua yang pernah ia
perbuat. Ia menangis sejadi jadinya.
Dhika
:” Hiks….. hiks….. bu… maafkan aku bu… kenapa ibu lebih dulu meninggalkan Dhika?…
Dhika tak sanggup untuk hidup sendirian. Bu…. Kenapa ibu harus mati… maafkanlah
kesalahanku selama ini… bu… selama ini Dhika telah menjadi anak yang durhaka. Dhika
janji kali ini Dhika akan berubah menjadi anak yang baik dan sholehah seperti
yang ibu inginkan.” (menangis tersedu-sedu)
Rudi
:” Sudahlah Dhik, biarkan yang tejadi berlalu….”(belum selesai ngomong)
Abduh
: “ argh….. biarkan aku sendiri.”
Sejak saat
itu, dhika dan rudi berubah total, ia tidak pernah lagi membuat onar di
sekolahnya. Ia menjadi anak yang sangat pendiam dan rajin belajar. Seluruh
temannya begitu kaget. Mengapa dhika dan rudi bisa berubah? Tetapi ternyata
banyak dari teman temannya yang memanfaatkan hal ini untuk membalas dendam
terutama Rico, Ferry dan Tiara.
Rico
:”Cuih, preman sekolah ternyata bisa tobat ya, apalagi preman kayak loe
berdua. Angin dari mana yang bisa membuat loe berdua bisa tobat kayak
begini”
Tiara
: “Paling-paling juga besok sudah menjadi preman lagi yang paling ganas, tapi
yakin aku ga akan takut lagi ama loe berdua.”
Ferry : “Shit, loe berdua mau berubah. Jangan
ngaco loe pada. Gue ga akan percaya selamanya kalo loe
berdua bisa berubah menjadi anak yang baik.”
Avmi
: “Kalian ini, gimana sih? Mereka ini mau berubah malah di olok olok ini kayak
begini. Orang yang niatnya baik itu harunya di dukung dong jangan malah di olok
olok kayak gene.syukur syukur kalo dia tidak kembali seperti dulu.”
Tiara
: (mendorong pundak Avmi) “ Eh… Loe ntu, jadi cewek jangan
munafik deh, loe ntu sebenarnya juga punya dendam pribadi kan ama mereka
berdua? Ga usah di tutup tutupi kayak gene. Munafik loe!”
Dhika
: “Sudahlah mi, tak usah kau hiraukan mereka. Mereka memang pantas kok
melakukannya, aku memang yang salah kok. Untuk itu aku mau minta maaf kepada
kalian bertiga atas semua yang telah aku perbuat kepada kalian?”
Avmi
:” Tapi Dhik….”
Rudi
: “Dhika benar, aku juga mau minta maaf kepada kalian semua. Dan kalian mau kan
maafin kita berdua? Kita tak ingin ada lagi permusuhan di antara kita.”
Rico
: “ Aku memaafkanmu? Jangan bermimpi deh loe aku aja yang duluminta maaf
sambil berlutut aja malah loe kerjain abis abisan. Sekarang loe
berdua malah minta maaf ama gue tanpa rasa salah apapun. Enak banget loe!”
Ferry :” Bener, co! gue juga males banget
maafin mereka, balikin dulu uang gue… baru loe minta maaf di
depan gue sambil sujud, mungkin gue bisa maafin loe
berdua”
Tiara
: “Bener Fer, gue juga ga rela maafin mereka sebelum kita bisa membalas
semua yang telah mereka lakukan kepada kita bertiga.”
Rico
: “Sudah kita pergi aja yuk, ngapain kita harus ngurus masalah mereka berdua
kayak orang kurang kerjaan aja.”
Tiara
: “Kita ke kantin aja yuk, gue laper banget nih”
Ferry
: “Ayo” (beranjak pergi)
Dhika
:”Avmi, kenapa loe malah belain gue waktu mereka bertiga menghina
gue. Bukannya kita berdua ini juga sering nyekitin hati loe?”
Rudi
: “ Iya, kenapa loe ga ngolok kita berdua. Padahal loe kalo mau
kita ga akan balas kok. Silahkan aja!”
Avmi
: “Sudahlah, tak usah kalian ungkit lagi masalah yang lalu itu, biarlah yang
lalu itu berlalu dengan sendirinya. Lagi pula aku sudah tidak ada dendam lagi
kok ama kalian berdua. Malahan aku juga ikut seneng kalian bisa berubah seperti
ini.”
Rudi
: “Loe emang cewek yang baik mi”
Avmi
: “Jangan begitu”( tersipu malu)
Suatu
ketika, Dhika dan rudi ini bertekad menjadi siswa terbaik se-kabupaten dengan
memiliki nilai UNAS terbaik. Ketika teman teman-temannya tahu, mereka tertawa
terbahak bahak.
Rico
:” Hahahaha… jadi loe berdua bertekad mau jadi yang tebaik se-
kabupaten. Jangan bermimpi deh loe. Gue aja nih ya? anak
terpandai satu sekolahan ga pernah ngimpi kayak begitu, karena itu suatu yang
tidak mungkin. Loe berdua kan bodohnya minta ampun jangan berharap deh.”
Ferry : “Gue aja nih ya? yang belajar tiap
hari ga yakin bisa jadi yang terbaik, ehh… elo yang masih cupu begitu mau jadi
yang terbaik. Sadar donk?”
Tiara
: “Kita aja anak pejabat yang setiap hari les di beberapa LBB aja ga
yakin masuk 5 besar se-kabupaten. Elo yang bodohnya berpangkat mau jadi yang
terbaik. Paling paling lulus aja masih kemungkinan.”
Rudi
:”Memang kita dari golongan anak yang tidak mampu, tapi ingat kesempatan itu
datang kepada siapapun. Kalo emang loe bisa, kenapa kita tidak bisa? Ya
bisa dunk. Kita kan sama-sama makan nasinya masak ga bisa sih.”
Ferry : “Okey, kalo begitu
kita bertarung siapa yang akan menjadi yang terbaik.”
Dhika
: “Oke, gue trima tantangan loe bertiga”
Rico
: “Paling paling melawan mereka berdua kita tak perlu belajar pun bisa menang,
benar ga ?”
Tiara
: “Bener, ga usah belajar paling menang”
Untuk
memenangkan pertarungan ini rudi dan Dhika harus belajar dengan giat. Tetapi
masalahnya mereka tidak punya uang sama sekali. Akhirnya mereka
memutuskan untuk pergi ngamen pada siang hari dan belajar extra pada
malam harinya.
Dhika
:”(menyanyi)
Rudi
:” Panas banget Dhik, gue ga kuat lagi nih”
Dhika :”
Tahan rud, demi mendapatkan kemenangan itu.”
Rudi
: “ oke deh”
Ketika
mereka sedang mengamen di sebuah mobil mewah hitam, mereka bertemu dengan
Tiara, Ferry
dan Rico yang ternyata pemilik dari mobil hitam ini.
Rico
:” hah… ternyata memang benar tidak perlu repot repot belajar melawan kalian
berdua.”
Tiara
:” Iya benar, kita kita aja siang siang begini mau pergi les, eh loe
berdua malah ngamen di tengah jalan. Ga tau malu loe?”
Rico
:” Ini gue punya uang 100ribu buat loe, gratis kok mumpung kita
lagi baik hati? nih ( menyodorkan uang 100ribuan ke arah rudi)
Rudi
: (menjulurkan tangan untuk mengambil uang tersebut)
Rico
: Cuih (meludah tepat diatas tangan rudi). Hahahahahahahaha makan ntu
ludah gue”
Tiara &
Lukman: “hahahahahahahah, mampus loe, mau aja dikerjain.
Rudi yang
dari tadi kelelahan lepas kendali, dia lalu menuju ke arah Rico dan ketika akan
memukulnya ternyata lampu merah telah berganti hijau. Rico dan teman temannya
berhasil mealrikan diri.
Dhika
: “Sudahlah rud, jangan kau ambil hati. Biarlah mereka merasakan yang pernah
kita rasakan sebelumnya. Sekarang gantian biarlah kita merasakan apa yang telah
mereka rasakan dulu. Jadi sabar aja, oke?”
Rudi
:” baiklah”
Setelah mati-matian
mereka berdua mencari uang untuk membeli buku, akhirnya kesampaian juga. Mereka
belajar dengan tekun tiap hari. Dan pada akhirnya mereka menjadi siswa
terbaik se-kabupaten sedangkanTiara, Ferry dan Rico tidak lulus ujian
nasional lantaran terlalu meremehkannya.
Avmi
: “Selamat ya dhik? (menyalami Dhika) selamat juga ya rud?(menyalami
rudi). Selamat kalian telah terpilih menjadi siswa terbaik se-kabupaten.”
Dhika :”
Sama-sama y ami! Aku juga mau ngucapin trima kasih buat elo yang mau nemenin
kita belajar selama ini”
Rudi
:” Iya Mi kalo misalnya ya? kita tidak punya temen seperti kamu mungkin kita ga
bisa jadi yang terbaik seperti ini?”
Avmi
:” Alah, jangan terlalu berlebiah namanya juga temen kita harus saling tolong
menolong.”
Dhika
:” eh.. Mi ngomong ngomong loe tau g dimana Rico, Tiara ma Ferry.”
Avmi
: “ em…. kayaknya sih tadi ada di kelas, mereka kayaknya sedih banget deh
setelah tau mereka tidak lulus”
Rudi
:” Syukurin… biar mereka tau rasa”
Dhika
: “Gimana kalo kita ke mereka aja, kita hibur mereka. Kasihan mereka.”
(Sampai di
kelas)
Dhika
: “hai Fer.”
Ferry : “What apa loe
bertiga datang ke sini? Loe mau pamer ya
karena udah jadi pemenang petarungan kita atoo loe mau
ngolok-nglo in kita karena kita tidak lulus ujian nasional?”
Dhika
: “Ga kok, gue dateng ke sini Cuma mau ngajakin loe semua
makan di kantin. Habis dari tadi muka kalian murung terus sih”
Rico :
“Emm… duh hati loe baik banget ya? sory ya buat kesalahan gue ke
elo ma rudi. Gue khilaf dhik… loe mau maafin gue kan?”
Tiara :
“ Gue juga mau minta maaf ya dhik? ma loe rud? Loe berdua
mau maafin gue kan?”
Ferry : “sorry ya dhik! Gue udah nuduh loe
dengan yang tidak tidak. Gue juga mau minta maaf atas semua salah gue
ke elo?
Dhika
: “Kita berdua mau kok maafin loe bertiga, kita juga mau minta
maaf buat yang dulu dulu?”
Rico
:”Iya kita udah maafin kok”
Rudi
:” Kalo begitu untuk ngerayain hari ini, kita pergi ke kantin biar gue
yang traktir?”
Dhika :
“ayukkkk” ( berjalan bersam sama menuju kantin)
Akhirnya,
mereka dapat hidup rukun. Walaupun sebelumnya ada pertentangan di antara
mereka. Untuk itu, bagi kita yang masih mempunyai orangtua harus menghormati
orangtua, janganlah kamu menyakiti hatinya
dan kita sebagai teman yang baik haruslah memaafkan kesalahan teman
kita, walaupun dulunya dia sudah membuat kalian sakit hati.
created by : siti Fitrianti Fatimah